Penebangan Pohon Beringin Di Halaman Dinas Kesehatan Loteng Merusak Lingkungan.
Target-Jurnalis-Loteng,(NTB) – Pakar lingkungan Dr. Nujumuddin mengatakan, penebangan dua pohon beringin yang rimbun di halaman kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah merupakan kegiatan perusakan lingkungan. Pohon beringin yang rindang merupakan penyerap CO2 dalam kota Praya itu telah hilang. Dengan ditebangnya pohon beringin ini trasa sekali halaman kantor Dikes Loteng sangat panas seperti Padang Mahsyar.
Bapak bupati salah menempatkan Suhardi sebagai kepala dinasnya mestinya sodara Suhardi cocok sebagai kepala dinas Olah Raga yang menghindari pohon kaitan bolanya tidak tersangkut di pohon.
Pak Suhardi mestinya banyak bekoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dalam rencana penebangan pohon agar tidak berbuat sekehendaknya,”Tutur Dr.Nujum pada Target-Jurnalis Senin 22/05/2023 di Kediamannya.
“Selama kota Praya ada, baru sekarang ini saya melihat pembataian pohon penghijauan terjadi di halaman kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah.
Secara lingkungan, memang pak Suhardi baru melihat kota Praya sejak dia diangkat sebagai kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah sekitar 3 tahun berjalan. Sebelumnya dia mengenal lingkungan kopang dan Lombok Timur,”Kata Dr.Nujum.
“Lanjut Dr Nujumudin, Oleh karena itu mestinya dia sesering mungkin mengenal lingkungan kota Praya dan sekelilingnya agar ide-idenya bisa cocok dengan kondisi lingkungan Praya termasuk cinta pohon pelindung.
Omong kosong kalau alasan penebangan pohon ini adalah untuk menghindari pohon tumbang. Kalau itu yang dikedepankan, sangat kelihatan kalau kepala Dikes ini tidak memiliki ilmu lingkungan dan tidak berjiwa pelestarian lingkungan. Belajar dong biar tidak lagi mengulangi terapan ide serupa di dalam kota Praya.
Kawatirnya bila Suhardi dijadikan kepala Dinas Perkim, maka kemungkinan akan melirik lagi pohon beringin yang ada dibundaran dekat masjid jami’ Perapen menjadi sasaran berikutnya untuk dibantai.
Saya mengharapkan agar sisa tanaman yang ada di halaman kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah itu jangan dibantai lagi. Kota Praya membutuhkan pohon penghijauan karena di samping sebagai penyerap karbon, juga sebagai naungan. Di bawahnya tersedia iklim mikro yang sejuk,”Pungkasnya.
JB/TJ


