Program: Pengabdian ke Desa Sukarare, Warga Masyarakat Antusias Dengan Pewarna Kain Tenun Yang Di Berikan Dosen Unram NTB
Target – Jurnalis – Loteng,(NTB) – Untuk menjalankan salah satu tugas dan fungsi Dosen yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat, Para Dosen Universitas Mataram (UNRAM) membentuk tim pengabdian. Seperti yang dilakukan Tim Pengabdian yang dilakukan di Desa Sukarara, sabtu (03/09/2022) mengangkat tema ‘Penerapan Antosiani sebagai Pewarna Kain Songket Lombok’ bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Subahnale Desa Sukarara kecamatan jonggat loteng.
Dhony Hermanto selaku ketua tim dalam penyampaiannya mengatakan bahwa apa yang dilakukannya bersama tim adalah salah satu tugas seorang Dosen untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu tugas kami sebagai seorang Dosen, kami turun sharing ilmu agar ilmu yang ada di Perguruan Tinggi bisa diterapkan dimasyarakat.” Kata Dhony.
Dhony juga menjelaskan kegiatannya diharapkan mampu menjadi solusi inovasi yang lebih efektif dan efisien dalam masalah produksi kain tenun di Desa sukarara sehingga dalam penelitiannya tim pengabdian tersebut menggunakan Antosiani dari Tumbuhan sebagai pewarna kain.
“Kami akan jelaskan penerapan Antosianin Tumbuhan sebagai pewarna benang yang akan ditenun menjadi kain Songket Lombok, selain itu kami juga akan jelaskan tentang pentingnya pemanfaatan E-Commerce dan Manajemen Usaha.” Kata Dhony membuka penjelasannya dihadapan masyarakat pelaku usaha tenun Songket sukarare.
Saat sesi tanya jawab Aziz masyarakat yang hadir bertanya tentang tindak lanjut dari program tersebut, karena menurutnya sudah sering mendapat pelatihan-pelatihan namun sebatas itu saja.
“Apa tindak lanjut dari kegiatan ini, karena kalau tidak ada tindak lanjut maka masyarakat tidak langsung bisa menerapkan apa yang disampaikan tersebut.” Tanya Aziz.
Menjawab hal itu, Dhony bersama tim yaitu Handa Muliasari dan Baiq Handayani Rinuastuti siap melanjutkan pembinaannya jika memang materi yang disampaikan itu penting untuk diterapkan oleh masyarakat Desa Sukarara jonggat.
“Kegiatan pada hari ini hanya sosialisasi dan berbagi ilmu tentang inovasi pewarnaan kain songket saja, jadi silahkan jika ingin memperdalam kami menunggu di Laboratorium UNRAM atau bisa menghubungi kami di Nomor Kontak yang akan kami bagi melalui Ketua Pokdarwisnya.” Jawab Dhony.
Sedangkan Masnun Ketua Pokdarwis Subahnale Desa Sukarara menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih masyarakat Desa selaku pengrajin dan pengusaha Kain Tenun Songket Lombok kepada Tim Pengabdian dari UNRAM yang telah meluangkan waktu berbagi ilmu kepada masyarakat Desa Sukarara.
“Mudah-mudahan dengan pelatihan ini mindset masyarakat sukarara bisa berubah lebih maju untuk memberi yang terbaik pada produk wisata kain tenun ini.” Kata Masnun.
JB/TJ


