Mahasiswa UIN Mataram ikut serta mensukseskan STQ – XXVII di Desa Aik Darek, Herman: pemuda tidak pro aktif dalam kegiatan
Target Jurnalis
Lombok Tengah, NTB – Mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Mataram ikut mensukseskan Acara Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Ke – XXVII tingkat kecamatan di Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah
Sesuai dengan tema yang diusung program kerja yang telah dibuat dari Kkampus yakni KULIAH KERJA PARTISIPATIP (KKP), kedatangan Mahasiswa UIN Mataram di Desa Aik Darek ini merupakan momen tepat dan membawa dampak yang baik, khususnya bagi Pemerintah Desa (Pemdes) Aik Darek yang berperan penting untuk kegiatan STQ – XXVI tibgkat kecamatan.
Dengan partisipasi Mahasiswa UIN sangat membantu pihak Pemdes untuk pelaksanaan acara STQ – XXVII tingkat kecamatan di Desa Aik Darek alhasil acara tersebut bisa berjalan dengan baik, mulai dari persiapan hingga dimulainya acara seperti yang dituturkan Ketua KKP UIN Mataram berikut ini
“Sebelumnya Pemerintah Desa (Pemdes) merasa tidak mampu untuk melanjutkan kegiatan STQ ini disebabkan kekurangan personil atau tenaga namun di waktu yang tepat kami dari UIN Mataram yang kebetulan punya giat di Desa Aik Darek dalam rangka Kuliah Kerja Partisipatip (KKP) siap membantu demi mensuksekan acara ini,” ungkap Herman selaku ketua KKP UIN Mataram Kamis, 14/7
Menurut Herman, dalam acara ini keterlibatan para pamuda (Karang Taruna) Desa Aik Berik tidak pro aktif untuk ikut mensukseskan kegiatan STQ ini, meski Pihak Pemerintah Desa (Kades) sudah mengajak, namun ironisnya yang ada di benak mereka hanya duit
“Peronil (Pemuda – pemuda) di Desa Aik Darek ini tidak mau ikut serta, tidak mau terlibat dalam kegiatan, ketika dipanggil oleh kades mereka tahunya harus ada uang, di situlah kekurangannya selama proses kegiatan ini,” ujar Mahasiswa UIN Mataram yang baru semester 7 ini.
“Oleh karena itu, di situlah peran kita untuk membantu mensukseskan kegiatan STQ ini,” kata Herman.
Herman melanjutkan,” kebetulan, tema besar kita adalah partisipatip, di situlah kesadaran untuk membantu dan mengembangkan, atas dasar kemauan kita, atas dasar partisipatip kita, tidak ada paksaan atau pun dorongan siapapun melainkan dorongan dari hati nurani sendiri membantu untuk mensukseskan kegiatan in,” imbuhnya.
“Harapan, selain mengharumkan nama UIN juga bermanfaat bagi masyarakat luar karena bisa mendengar dan melihat bahwa UIN bisa mensukseskan kegiatan STQ ini,” ujar Herman dengan semangat.
“Saya sangat berterimaksih dengan kehadiran Mahasiswa UIN Mataram di Desa Aik Darek ini dengan program kerjanya Kuliah Kerja Partisipatip (KKP) Juli – Agustus 2022 karena telah membantu kami sepenuhnya mensukseskan kegiatan STQ ini,” kata Kades Aik Darek, Abdurrasyid.
Kemudian, saat dikonfirmasi terkait pemuda (karang taruna) karena tidak mau ikut serta membantu mensukseskan kegiata STQ tersebut, Abdurrasyid selaku Kepala Desa (Kades) menerangkan, “adanya kesenjangan di dalam interen karang taruna itu sendiri sebab ketua dan anggota terjadi mis komunikasi sehingga mereka jalan sendiri – sendiri, pakai,”tandasnya.
“Kita bentuk karang taruna ini dengan dibuatkan SK, tetapi dalam pelaksanaannya yang mereka terpaut pada duit saja, contohnya saat even di desa, Ketua karang taruna tidak mengayomi anggotanya dengan baik, hanya dapat capeknya saja,” jelasnya.
“Padahal, kami dari pemerintah desa selalu memberikan dana ketika ketua karang taruna mengadakan lomba di desa seperti untuk membeli piala dan sebagainya, tetapi anggotanya tidak mau ikut dalam kegiatan lomba dan dana kita yang kita berikan itu mereka yang kelola tetapi tidak bisa dimenej dengan efektif,” ketusnya.
“Nanti setelah acara ini kita panggil dan kumpulkan mereka untuk mediasi agar karang taruna ini berjalan dengan baik
“Harapan, Kelompok atau lembaga yang kita bentuk di desa agar kooperatif dan bisa berfungsi sesuai tupoksinya,” pungkasnya.
AR/TJ


