
Kabid Disdik Lombok Tengah Bantah Terima Fee Proyek TIK
Target Jurnalis
Lombok Tengah, NTB – Terkait beredarnya dugaan Fee proyek sejumlah oknum pejabat Dikdas, pihak Dinas pendidikan kabupaten Lombok Tengah lakukan bantahan dengan adanya dugaan praktek bagi bagi fee antar oknum pejabat dalam pembayaran fee proyek penyedia barang
Saat ditemui diruangannya Kabid Dikdas, Dinas pendidikan kabupaten Lombok Tengah, Makbul Ramen, mengatakan bahwa apabila kebenaran adanya fee proyek TIK tersebut berlaku ,belum tentu fee itu mengalir ke bidang SD-Dikdas,sebab program proyek TIK tersebut bukan dibawah kendali Dikdas namun dibidang Saspras
“jangan sampai isu ini melebar luas, karena di bidang SD, Dikdas tidak mengelola program apa-apa, dan silahkan tanya langsung pada bidang yang bersangkutan (saspras, red ) sebab segala program dikelola oleh masing-masing bidang yang sudah satu pintu,”jelasnya.
Lebih jauh makbul mengatakan bahwa segala program maupun pengadaan yang akan di kerjakan, sudah terputus tali rantai di bidang Dikdas. jika berbicara tentang pengadaan program, silahkan rekan-rekan wartawan konfirmasi langsung pada Kabid nya, di bagian bidang Sarpras
“Kita berharap isu fee proyek TIK tersebut tidak hanya menyasar pada bidang Dikdas saja, alangkah baiknya semua bidang di Dinas pendidikan, saling terbuka dan transparan
“Jangan ada yang disembunyikan, karena program proyek TIK Dinas pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. murni di kelola pihak sekolah., dan Dinas hanya memfasilitasi kepada pihak sekolah, “terangnya.
Menurutnya, di bidang Dikdas, sudah tidak memiliki lagi program, baik berupa fisik serta non fisik, sebab komenklatur Dinas pendidikan, Bidang SMP menjadi Bidang Saspras, maka segala sesuatunya yang berkaitan dengan semua program pengadaan dari masing-masing bidang di kelola oleh bidang sarpras
“Kalau kita bicara bidang di Dinas pendidikan kabupaten Lombok Tengah,. ada empat yaitu.bidang,TK/PAUD,bidang Dikdas.(SD),bidang SMP (SLTP) dan bidang PMPT (GTK)
“Antara 4 Bidang Disdik ini hanya bidang SMP yang berubah komenklaturnya, karena sekarang menjadi Bidang Saspras, pada saat pergeseran komenklatur itu, bidang Disdik tidak ada program yang dikelola apalagi proyek
“
Adapun program dibidang SD, di ibaratkan program tidak bertuan pada tempatnya, karena program Dikdas telah di ambil alih oleh Bidang Saspras. bagaimana fee proyek TIK mengalir ke Dikdas, pada intinya pengadaan proyek TIK SD di kelola bidang Sarpras
“Siapa tifak tau tahu/tempe racikan program bidang SD Dikdas, Dinas pendidikan kabupaten Lombok tengah,. dan tempat saya ini,.adalah bidang yang di anggap paling Basah., karena segala program dan pengadaan proyeknya sangat besar., hitung-hitung mulai dari pengadaan Buku,TIK, Laptop, bahkan juga ada bangunan sekolah, “tuturnya.
“Sementara terkait tudingan tersebut Kabid Saspras, Lalu Jhoni kepada Target jurnalis ikut menepis semua tudingan isu Fee proyek tersebut, menurutnya fee proyek TIk itu tidak benar, bahkan dana alokasi Khusus (DAK) yang merupakan anggaran pusat itu, sudah dikelola oleh masing-masing Bidang,
“kalau Dana TIK tersebut, ada di bidang TK/PAUD yang di H.Hasan, begitu juga sebaliknya program TIK di Kabid Dikdas yang ada di pak Makbul sendiri, dan Anggaran TIK Dikdas,dengan Anggaran berkisar Rp 23,3 Milyar.”ungkap Lalu Jhoni
Ditambahkan Joni pada bidang Saspras tersebut hanyak mengelola Dana anggaran bidang SMP saja, akan tetapi yang pihaknya herankan kenapa Kabid Dikdas tidak mau akui Bidangnya yang juga mengelola sejumlah anggaran program, terkait Dana TIK
“Kabid Dikdas Bidang SD itu ngawur, dan kita sama-sama kelola Dana kok sesuai tupoksinya masing masing ,apa yang di katakan pak makbul Ramen itu, Itu tidak benar., dan sebaiknya kita jangan saling menyalahkan., di Bidang Saspras SMP ini, anggaran yang di kelolanya, hanyak Rp 27,6 Milyar saja,” Tegas Kabid Saspras L.Jhoni. -JB
