Satpol- PP Kabupaten Lombok Tengah, Merazia Pedagang Asongan Liar Dibeberapa titik Traffic Light ( Lampu Lalu Lintas ) Sekitar Pusat Kota Lombok Tengah.
TJ ntb.com _ LombokTengah- Berdasarkan keterangan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol- PP ) Kabupaten Lombok Tengah, telah dilakukan razia penjaringan terhadap pedagang asongan liar yang beroperasi dibeberapa titik traffic light ( lampu lalulintas ) sekitar pusat kota Lombok tengah yang terinsikasi melibatkan anak dibawah umur dan dinilai mengganggu lalu lintas
Kabid Penegakan Perundang Undangan Daerah ( PPUD ) Pol PP Lombok Tengah Masujiadi SH, membenarkan telah melakukan penjaringan terhadap pedagang asongan , sesuai peraturan daerah untuk menertibkan dan berdasarkan prosedur melalui pendekatan preventif ,tuturnya saat ditemui Awak Media senin 07/06/1021.
Dari Hasil penjaringan, didapat wadah nare, barang dagangan berupa buah nanas dan keripik, serta uang tunai hasil jualan.
Kepada petugas, objek penjaringan berterus terang bahwa ada koordinator yang memanfaatkan tenaganya dan Ia mengaku berasal dari Desa Kuripan Lombok Barat.
Sementara Anak-anak tsb difasilitasi antar jemput sampai ditangung makan, bahkan mereka diimingi keuntungan yang memuaskan tambah Masujiadi.
Dari Haail BAP yang dilakukan oleh Pol PP bidang PPNS mereka mengaku jualan di traffic light hanya untuk memanfaatkan para pengendara yang berhenti saat lampu merah dan diduga ada semacam doktrinasi agar anak bisa menyita peehatian sebagai modus agar dibayar lebih bahkan dikasik uang percuma, ” Sambung Masujiadi
Ironisnya, menurut data PPNS, para pelaku ternyata jadi langganan penjaringan, namun tidak kunjung jera dan terus melakukan aksinya.
Untuk Mencari solusi, berbagai upaya sudah dilakukan pihak Pol-PP seperti memberikan peringatan sekaligus penyuluhan kepada keluarganya, namun tidak diindahkan.
” Kami coba berkoordinasi dengan Aparat Penegak Hukum ( APH ) mengenai tindakan yang layak terutama kepada koordinatornya karena terindikasi ada unsur pidana mengekploitasi anak, ” Cetus Masujiadi.
Sehingga diharapkan tidak ada lagi yang berjualan sembarang tempat, apalagi harus melibatkan anak-anak.
Sukandi Agus Ketua Bapera ( Barisan Pemuda Nusantara ) Kecamatan Jonggat mengatakan masalah tersebut cukup miris dan layak jadi atensi semua pihak karena sangat berdampak pada mental dan psikologis juga mengancam masa depan anak.
Maka atas panggilan nurani, saya akan turut mengawal sampai tuntas.tutup Agus.
Kepala Desa Kuripan, Hasbi juga membenarkan warganya terjaring Satpol-PP Loteng yang dikuatkan fengan pernyataan Kadus setempat. Dengan sigap, berjanji tidak akan mentolelir lagi, karena pelaku memang pernah dimediasi dengan kasus yang sama, sampai buat surat pernyataan yang disaksikan kepala desa, camat, dan Satpol-PP Lombok Barat.
Kami sangat berterimakasih atas laporan ini sebelum persoalan ini semakin membias, biar kami yang akan selesaikan, ” Tegas Hasbi.
JB TJ


