Ditemukan Bersimbah Darah Pria Paruh Baya di Amuk Mantan Suami Pacarnya
Target jurnalis ntb. com – Dompu – Malang Nasip yang menimpa bapak paruh baya, MY alias Unu (51), warga Lingkungan Renda Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja, Dompu menjadi korban amukan senjata tajam yang dilayangkan JA alias JE, warga Lingkungan VI Donggo Ana, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Dompu, Rabu (19/5/2021) sekira pukul 21.30 Wita.
Korban ditemukan sudah dalam keadaan bersimbah darah oleh adik kandung dari teman dekat inisial SD di Lingkungan V, Kelurahan Monta Baru.
Menurut Keterangan Humas Polres Dompu, Ipda Handik Wijaksono, dari keterangan saksi SH, adik kandung SD menyetakan,awalnya korban tengah duduk di emperan rumah pacarnya itu bersama sanak familinya.
“Sekitar10 -15 menit kemudian, terduga pelaku yang tidak lain mantan suami SD, tiba-tiba muncul menanyakan identitas korban,” ujar Handik.
Lanjut Handik, merasa kaget dengan kedatangan terduga semuanya lari berhamburan termasuk Korban dan SD sendiri.
“Selanjutnya saksi mengejar dan mencari tahu keberadaan korban yang pada saat itu lari masuk ke dapur rumah tetangganya,” lanjutnya.
Sambung Handik, SH lantas masuk ke dalam rumah tersebut dan menemukan korban dalam keadaan duduk dan bersimbah darah hingga tercecer dilantai dapur.
“Dilihatnya, terduga pelaku memegang senjata tajam jenis belati dalam posisi tangan yg memegang belati di atas kepala,” terangnya
Mendapati korban dengan kondisi demikian, warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Dompu Barat untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Namun, melihat kondisi luka yang dialami korban pihak Puskesmas Dompu Barat langsung merujuknya ke RSUD Dompu,” ungkap Handik.
Menerima informasi terkait kejadian, sekitar pukul 22.00 Wita, Kapolsek Woja, Ipda Abdul Haris memerintahkan anggotanya untuk mencari terduga. “Usai menganiaya korban, terduga melarikan diri,” imbuh Handik.
Hingga kini, belum diketahui pasti motif terduga tiba-tiba mengamuk hingga menganiaya korban.
“Namun, mengingat SD merupakan mantan istri terduga, mungkin karena alasan cemburu,” tutup Handik.
Kartim


